Mamaku (Part 1,2,3,4)
www.metrobola.com .sayapoker.com agen bola
.www.inulpoker.com
.www.abcbola.com
www.jinpoker.com
sentabet.com .Judi Casino dan Togel Online Indonesia
.4playsports.com www.fansbetting.com
.www.sahabatdomino.com
agen bola
star88.net .BursaBet.com
www.9ikanbet.com www.9ikanpoker.com
. www.itcbet.com
.www.sports188.com
vicabet.com
www.pokervovo.com .bandar bola
.www.klubjudi.com
.agen poker online
.
.bandar bola
www.pokerkiukiu.com
.bandar bola
.www.terminalbet.com www.tokopoker.com
www.pokerbet88.com www.betlive88.com
agen judi agen judi
www.bola54.com
Results 1 to 16 of 16

Thread: Mamaku (Part 1,2,3,4)

  1. #1
    Banci Tua thealvino's Avatar
    Bergabung
    Dec 2011
    Lokasi
    Sumatra
    Posts
    1,619

    Mamaku (Part 1,2,3,4)

    togel online

    poker uang asli

    “Kau benar, itu posisi sixtynine” jawab ibuku, “tapi itu kita lakukan nanti, sekarang mama ingin membuatmu merasakan kepuasan terlebih dahulu” jawab mama sambil melanjutkan aksinya. Lidahnya kembali menjilati perut bawahku, sampai pangkal paha, lalu dia menjilati kantung pelirku, dan menghisapnya. Terasa agak ngilu tapi nikmat saat
    ibuku mempermainkan buah
    pelirku, lalu lidahnya menjilat makin
    keatas, kini batang penisku yang
    dijilatnya, sampai aku
    mengeluarkan air madi yang cukup banyak, dan hup mulut ibuku, tiba-
    tiba mengulum kepala penisku,
    sambil menghisap air madi yang
    meleleh keluar, “akhhh…” kembali
    desahku tak dapak kutahan. Kini mama selain menghisap batang
    penisku, lidahnya juga bermain-
    main dilubang kencingku, mataku
    terbeliak merasakan kenikmatan itu,
    “akhh… mama….okh.. nikmat
    seka…sekali…” ceracauku, sambil meremas-remas rambut ibuku.
    Ibuku mulai menaik turunkan
    mulutnya untuk mengocok batang
    penisku, saat mulutnya turun, selalu
    dibarengi dengan hisapannya pada
    batang kemaluanku, serta jilatan lidahnya pada kepala penisku. Aku benar-benar tidak tahan lagi,
    hasrat yang telah muncul sejak aku
    melihat ibuku bersetubuh, dan telah
    kutahan sedemikian lama,
    membuatku dengan cepat
    merasakan rasa geli yang nikmat pada penisku, segera kujambak
    rambut dikepalanya dan kupegang
    kepalanya agar mengulum batang
    penisku lebih dalam, dan
    “Akhhh….okhhhh mam… akhuu…
    okhhh” dengan erangan yang keras aku memuncratkan air maniku
    didalam mulut ibuku. Ibuku tetap mengulum dbatang
    penisku, kini gerakannya searah,
    dari pangkal kekepala penis, sambil
    terus menghisap dan menelan
    seluruh air maniku, tanpa tersisa.
    Badanku kejang beberapa saat, lalu ketika semprotan air maniku
    berakhir, tak terasa tubuh melemas. “Gimana nikmat?” tanya ibuku
    sambil melap mulutnya dengan
    tisue, “wow… hebat sekali mam,
    jauh lebih nikmat dari pada
    melacap” jawabku kepada ibuku.
    “Nah ingat-ingatlah mulai kini mama melarang kamu melacap, kalau
    kamu ingin mama akan membantu
    memuaskan kamu Doni” lanjut
    ibuku sambil mencium bibirku. “Mam, bolehkah aku menciumi
    seluruh tubuhmu?” tanyaku setelah
    bibir kami terpisah. “Tentu… tentu…
    Doni boleh melakukannya, bahkan
    mama akan mengajari Doni
    bagaimana caranya memuaskan wanita” jawab ibuku sambil
    tersenyum, dan berbaring terlentang
    disebelahku. Aku mulai dari menciumi dahinya,
    lalu menjalar mengarah kebawah,
    mata, hidung, pipi, dan akhirnya
    kukulum bibir ibuku, cukup lama
    aku mengulumnya sambil lidah
    kami saling hisap dan saling belit. Lalu kutiru gerakkannya dengan
    menjilati lubang telinganya,
    “aughh… kamu pintar sayang”
    desah ibuku sambil tergeliat
    kegelian saat lidahku menggelitik
    lubang telinganya. Kugigit pelan daun telinganya, lalu
    kujilati belakang telinganya,
    jilatanku kemudian menjalar pada
    leher dan kuduknya kubalas gigitan
    ibuku dengan memberinya
    cupangan yang besar dilehernya. “Ssst… jangan Don, nanti banyak
    yang akan memperhatikan mama”
    cegah ibuku sambil tubuhnya
    tergelinjang karena cupanganku.
    Tapi aku tidak mempedulikannya,
    aku terus mencupangnya sampai akhirnya ibuku menyerah dan
    membiarkan aku mencupangnya. Lidahku kemudian menjalar pada
    bahunya, lalu dengan suatu
    gerakan pasti kubuka ketiak ibuku,
    dan kujilati ketiaknya yang tidak
    berbulu karena rajin ke salon.
    “Ssttt… hess….” desis ibuku kegelian karena ulahku. Kini lidahku
    menjalar di dadanya, dengan
    sebuah tangan kuremas buah dada
    kirinya, sedangkan mulutku kini
    mengulum buah dadanya yang
    kanan, perlahan tapi pasti, akhirnya kuemut puting susunya yang telah
    tegak menantang. Aku mengemut
    sambil mengelus-elus kepala puting
    itu dengan ujung lidahku. Puas
    dengan yang kanan, emutanku
    berganti pada puting yang kiri, sementara tanganku meremas dan
    mempermainkan buah dadanya
    yang kanan. Lalu lidahku menjilati perutnya,
    semakin kebawah dan tampaklah
    sekarang vaginanya terpampang
    tepat didepan mataku, aku tertegun
    sejenak memandang vagina ibuku,
    vagina itu lebih besar dibanding punya Marta, dengan rambut
    kemaluan yang lebih lebat juga.
    Kugerakkan tanganku untuk
    membuat kaki ibuku lebih
    terkangkang. Terlihat klitorisnya juga lebih besar
    dan lebih menonjol dibandingkan
    Marta, sementara bibir vaginanya
    tampak sedikit menggelambir.
    Kusiakan bibir vaginanya dengan
    jariku sehingga bagian dalam vaginanya yang berwarna merah
    kecoklatan muncul, terlihat cairan
    pelicin mulai muncul dari lobang
    vaginanya. “Apa yang sedang kau lihat sayang,
    ini namanya klitoris dan merupakan
    pusat kenikmatan wanita, semua
    wanita akan segera mengalami
    orgasme, jika itu dimainkan dengan
    benar” kata ibuku sambil jari telunjuk kanannya menunjuk seupil
    daging yang berada tepat diatas
    bibir vaginanya. Tanpa membuang waktu lagi
    kujulurkan lidahku dan kujilat
    sepanjang vaginanya. “akkhhhh..
    okhhh…” erang ibuku kenikmatan,
    selama beberapa saat kulakukan
    hal itu lalu dengan tiba-tiba kukulum klitorisnya. Ibuku tergelinjang
    dengan hebat sambil mengerang
    lebih keras “aaakkkhhhh….
    okhhhhh…. akkkkhhhh” erang
    nikmatnya terasa menggetarkan
    jiwaku. Kulihat tangan ibuku meremas-
    remas kain sprei dengan kuatnya,
    sementara kakinya mulai
    menyepak-nyepak tempat tidur.
    Aksiku kini berubah kujilat sekali dari
    atas kebawah, lalu lidahku kujulurkan masuk dalam lobang
    vaginanya, terasa cairan pelin ibu
    sedikit asin rasanya. Aku kembali mengulum klitorisnya,
    sementara dua jariku kumasukkan
    kedalam lobang vaginanya, baru
    juga dua kali jari-jariku menggelitik
    bagian dalam vaginanya, pantat
    ibuku tiba-tiba terangkat keatas, sedangkan kedua tangannya
    menekan kepalaku ke arah
    selangkangannya, “aaakkkhhhh…
    okhhhh…” dengan erangan yang
    keras puncak kenikmatan seksual
    ibuku diraihnya. Lalu saat tubuhnya melemas, aku
    segera menelungkupinya, dan
    kumasukkan batang penisku
    kedalam lubang vaginanya, blesss
    penisku masuk yang langsung
    disambut dengan emutan dinding vaginanya. Dari posisi klitorisnya
    yang menonjol, aku tahu aku harus
    lebih banyak melakukan gesekkan,
    agar klitorisnya juga lebih banyak
    tergesek rambut kemaluanku. Dan
    aku melakukannya, tubuh ibuku yang mula-mula masih lemas dan
    membiarkan aku memompanya,
    perlahan berubah, kini dia memberi
    respon dengan menggoyangkan
    pantatnya kekiri kekanan
    mengimbangi desakanku. “akhhh….okhh… kau pintar sekali
    Don… okhhh” ceracau ibuku ketika
    dia mulai mengimbangi
    pompaanku. Aku sendiri hanya bisa
    mendengus-dengus karena
    nikmatnya, ternyata dinding vagina ibuku masih ketat meskipun dia
    sudah berusia 40 tahun. “aaakkkhhh… okkhhh…” desahan
    ibuku berpadu dengan lenguhanku,
    “ughhh… ukhhh..”. Kupercepat
    pompaanku, lalu kurasakan ibuku
    mulai memutar-mutar pantatnya,
    aku segera merubah cara memompaku dengan memompa
    sambil memutar-mutar pantat ku
    berlawanan arah dengan
    putarannya. “Akhhhh…okkhhhh…”
    desah kami semakin keras. Tidak berapa lama kemudian, tiba-
    tiba tubuh ibuku mengejang, sambil
    menaikkan pantatnya tinggi-tinggi
    “Doniiiii….okhh…akh…mam..a
    akhh… kelu…a rghh…”ceracau
    mama sambil menekan pantatku dengan kedua tangannya.
    Kubiarkan ibuku menikmati
    orgasmenya, sampai akhirnya
    tubuhnya melemas sedangkan
    matanya terpejam. Kucium bibirnya sekilas lalu aku
    segera memompanya lagi. Ibuku
    masih belum menunjukkan reaksi,
    tapi aku tetap memompanya
    perlahan untuk membangkitkan
    kembali gairahnya. Dan harapanku terlaksana beberapa menit
    kemudian, kurasakan ibuku mulai
    merespon pompaanku. “Linda sayang, aku ingin kamu
    menungging” bisikku ditelinganya,
    ibuku yang sejak tadi memejamkan
    matanya, tiba-tiba membuka
    matanya, “huss…Doni mulai kurang
    ajar ya sama mama?” katanya sambil mencubit pelan pinggangku.
    “Kenapa Lin… bukankah kau tidak
    bisa menganggap aku anakmu,
    maka akupun tidak bisa
    menganggapmu ibuku, bahkan kini
    aku sudah menyetubuhimu maka kamu sekarang sudah jadi istriku
    Linda sayang” jawabku. “Uh… kamu ada-ada saja, tapi…
    emmm Doni boleh memanggilku
    Linda saat kita bersetubuh, atau
    hanya ada kita berdua, tapi kalau
    ada orang lain Doni tetap harus
    memanggilku mama, mengerti?” katanya sambil tetap memutar-
    mutar pantatnya ketika dilihatnya
    aku mengangguk, ibuku tersenyum
    dan mencium bibirku, “ayolah kalau
    kamu ingin posisi doggystyle”
    katanya.
  2. # ADS
    Circuit advertisement
    Bergabung
    Always
    Lokasi
    Advertising world
    Posts
    Many
    BursaBet
     

  3. #2
    Banci Tua thealvino's Avatar
    Bergabung
    Dec 2011
    Lokasi
    Sumatra
    Posts
    1,619

    Mamaku (1)

    “Sedikit kurasa” jawabku yang sebenarnya masih kebingungan. “Karena itu, mama sekarang akan bersikap berbeda kepadamu dari sikap mama yang sebelumnya, karena mama akan berbuat lebih jujur, sesuai dengan apa yang mama rasakan, bahwa kamu rasanya bukan anak mama, meskipun mama tetap sangat mencintaimu” kata mama kepadaku, “kau bisa menerima itu bukan?” lanjutnya padaku.Sekali lagi meskipun aku masih kebingungan aku menganggukkan kepalaku. Mama mengulurkan tangannya
    untuk mematikan rokonya, lalu
    mama bergeser merapat padaku,
    sambil tangannya meraih tanganku
    serta meletakkannya dibuah
    dadanya. Buah dada mama jauh lebih besar dari buah dada Marta
    yang masih tumbuh, dan aku ingat
    aureoles nya juga lebih besar dan
    berwarna coklat. Ibuku berdiri dan menarikku sampai
    aku berlutut didepannya, dibukanya
    baju daster tipis yang menerawang
    itu, sehingga dia berdiri telanjang di
    depan saya. Segera kenanganku
    kembali pada saat dia keluar dari kamarnya dengan tangan
    menangkup vaginanya lewat celah
    pantat, serta payudaranya yang
    bergoyang saat dia bergegas
    berjalan ke kamar mandi. Batang
    penisku segera mengacung tegak kaku seakan ingin menjebol celana
    yang tengah kupakai. “Peluk mama,
    nak!, raba, elus dan remas seluruh
    tubuh mama sesuka hatimu”
    pintanya padaku. Bibir dan
    tenggorokkan ku terasa kering, dengan menelan ludah aku
    menuruti permintaannya. Aku memeluknya dengan erat,
    sementara tanganku mengelus
    pinggangnya yang ramping, pantat
    dan pinggulnya yang membulat,
    lalu perlahan kucium lehernya yang
    wangi, serta kujilati daun telinganya sampai dengan lubang telinganya.
    Ciuman dan jilatanku kembali
    beralih pada lehernya, “akhh…”
    desah ibuku ditelingaku. Sejenak muka kami merenggang,
    kami saling bertatapan sejenak, lalu
    entah siapa yang memulai, tapi bibir
    kami akhirnya saling melekat dalam
    suatu ciuman yang nikmat. Kukulum
    bibirnya dengan gemas, sementara tanganku meremas payu daranya
    yang besar, “okh… betapa kenyal
    dan halusnya payu dara ibuku”
    batinku. “Oh, ya…begitu caranya, itu terasa
    begitu nikmat. Ehm marilah kita ke
    kamar mama Don!, dan buka
    seluruh pakaianmu” kata ibuku
    kepadaku setelah kuluman bibir
    kami terlepas. “Bagaimana dengan saudari-saudariku” tanyaku dengan
    suara gemetar karena dorongan
    nafsu. “Tenang, tadi siang mereka datang
    ke restaurant untuk pamit kepada
    mama, bahwa mereka malam ini
    akan menginap dirumah teman-
    temannya. Ini adalah kesempatan
    bagi kita untuk saling mengenal lebih intim, dengan cara yang
    berbeda dari biasanya” jawab ibuku.
    Baru kini aku mengerti, kenapa
    ibuku sedemikian lalainya tidak
    menutup pintu kamarnya saat tadi
    bersetubuh dengan Hery, rupanya ibuku sudah tahu saudari-saudariku
    tidak ada, dan aku pasti belum
    pulang. Aku nyaris tidak percaya dengan
    apa yang kualami, aku ingat betapa
    aku sangat ingin menidurinya hanya
    dua jam lalu, saat aku
    memergokinya dia bersetubuh
    dengan Hery. Sekarang dia mengundangku ke kamarnya di
    mana dia baru saja menghibur
    orang lain, sepertinya semua
    keinganku yang tadi segera akan
    terlaksana. Dengan segera aku membopong
    tubuh ibuku yang telanjang bulat,
    sambil berjalan kekamarnya,
    mulutku kembali mengulum puting
    susunya yang telah menegak,
    seakan menantang untuk diemut. Sesampainya di kamarnya kulihat
    tempat tidur ibuku masih
    berantakan, meskipun ibuku telah
    merapikan seprainya, aroma
    persetubuhannya tadi masih tercium
    diudara, dan itu membuat gairahku bertambah dua kali lipat, dan
    batang penisku didalam celana
    berdenyut-denyut. Dalam hatiku aku
    bertanya-tanya, apakah ibuku
    menyadari hal itu. Kuturunkan ibuku, sampai dia
    terbaring diatas ranjang dalam
    keadaan telanjang bulat, seperti
    yang tengah menggodaku, kedua
    kakinya segera dikangkangkan
    memperlihatkan secara jelas vaginanya di bawah cahaya lampu
    kamar. Kulihat rambut kemaluan
    ibuku yang lebat, dan bibir
    vaginanya yang setengah terbuka,
    dan secuil daging tampak mengintip
    tepat pada bagian atas bibir vaginanya. Segera kulepaskan seluruh bajuku,
    dan aku segera berbaring
    disampingnya, “Wow… rupanya
    anak mama memiliki batang penis
    yang luar biasa, ughhh… begitu
    indah, sangat besar dan panjang, dengan otot yang kuat” pekik ibuku
    saat melihat batang penisku, sambil
    mengangkat sedikit kepalanya
    memandang penisku. Ibuku segera memiringkan
    tubuhnya, dan dia mendekapku
    erat-erat dengan tubuh
    telanjangnya. Kain spreinya terasa
    masih basah dan lengket saat dia
    memelukku dengan kuat. Hal itu semakin merangsang aku,
    karena mengingatkan akan batang
    penis Hery yang menerobos lubang
    vagina ibuku dari belakang, dan aku
    nyaris tidak sabar untuk
    memasukkan batang penisku ke lubang yang sama. “Cium aku, Nak” pinta ibuku sambil
    perlahan mengelus batang penisku,
    sedikit tergelinjang karena
    elusannya, aku segera mencium
    bibirnya yang mungil, kukulum
    bibirnya dengan penuh nafsu, kurasakan lidah ibuku menujah
    gigiku dan perlahan mengelusnya
    dengan ujung lidahnya. Segera kukejutkan ibuku dengan
    lidahku yang kujulurkan langsung
    kedalam mulutnya, “mmmhhh…”
    lenguh ibuku, sambil membalas
    perbuatanku dengan menghisap
    lidahku, kami berciuman dengan penuh gairah, lidah kami saling elus
    dan saling belit membuat gairah
    kami melambung ke atas awan. “Hmmm..”, “memm…” dengusan
    kami saling bersahutan semetara
    nafas kami menjadi tersengal,
    bukan saja karena pernafasan kami
    sedikit terhalang oleh ciuman kami
    yang sangat lama, tapi juga karena nafsu yang semakin memuncak. “Kamu tampaknya sudah sangat
    berpengalaman, apakah kamu
    pernah meniduri perempuan
    sebelum ini?” tanya ibuku padaku
    setelah pagutan bibir kami terlepas.
    Aku sempat panik sejenak, aku khawatir mama mengetahui
    aktifitasku selama sebulan ini
    meniduri Marta adikku, tapi segera
    kuingat satu-satunya bukti adalah
    kain sprei ku yang selalu dicuci
    Marta setiap habis bersetubuh, karena mencucikan baju dan
    lainnya memang tugasnya. Jadi
    tidak mungkin dapat ditemukan
    bukti. Dan hal ini menenangkanku. “Tidak, aku hanya pernah mencium
    beberapa orang gadis itu saja,
    selebihnya aku melihatnya di film
    porno yang kutonton beramai-ramai
    dengan temanku” jawabku
    berbohong. Ibuku menatapku dengan lekat, seakan ingin meneliti
    apa aku bohong atau tidak. Aku
    balas menatapnya sambil
    menenangkan diri. “Jadi kamu masih perjaka?” tanya
    ibuku sambil tersenyum. “Kecuali
    mama menganggap melacap
    berarti kehilangan keperjakaan,
    maka aku memang masih perjaka “
    kembali aku berbohong. “Doni… Doni… kamu memang anak baik,
    mama pikir kini saatnya kamu
    merasakan pengalaman
    pertamamu, kemari anakku sayang,
    biar mama tunjukkan sesuatu” lanjut
    mama sambil tersenyum senang. Aku tergelinjang kegelian, geli yang
    nikmat, saat ibuku menjilati
    telingaku “aghh…” erangku tak
    tertahankan. Lalu ibuku menciumi
    leherku dan menggigitnya dengan
    gigitan mesra, kembali aku tergelinjang, “nah kau dapat
    berbangga kepada kawan-
    kawanmu bahwa seorang
    perempuan telah memberimu
    gigitan cinta, tapi awas jangan
    mengatakan mama yang melakukannya” bisik ibuku
    ditelingaku. Lidah ibuku menyusur kebawah,
    diciuminya dadaku sambil terus
    dijilatnya, saat sampai pada puting
    susuku tiba-tiba diemutnya, sambil
    ujung lidahnya menggelitik ujung
    puting susuku, “akhh…. ma…” tak tetahankan aku kembali mengerang
    kenikmatan. Ibuku beralih
    melakukan hal yang sama pada
    puting yang satunya lagi, kembali
    aku tergeliat sambil berdesah
    “akhh…”. Sementara ibuku melakukan
    aksinya, tanganku tidak tinggal
    diam, tapi meremas-remas kedua
    buah dadanya dengan nikmatnya,
    ketika jilatan ibuku sampai diperut,
    aku segera sadar, dia ingin membuatku mengalami orgasme
    dengan mulutnya, karena itu aku
    segera menahan kepalanya, sambil
    berkata “mam, posisi tubuh
    mamanya jangan begitu, aku
    pernah melihatnya di film, ini seharusnya ada dimulutku” kataku
    sambil mengusap
    selangkangannya
  4. #3
    Banci Tua thealvino's Avatar
    Bergabung
    Dec 2011
    Lokasi
    Sumatra
    Posts
    1,619

    Mamaku (3)

    Aku menghentikan pompaanku lalu kami berganti posisi dan kembali kumasukkan batang kemaluanku kedalam lobang vagina ibuku, dalam posisi ini kemutan dinding vagina ibuku terasa lebih ketat, pantas Hery segera menyerah. Tapi tidak dengan aku, aku telah bertekad untuk memuaskan ibuku sampai dia bertekuk lutut pada diriku, karena aku berniat menghilangkan kebiasaannya bersetubuh dengan lelaki lain. Aku bertekad sejak sekarang hanya aku yang boleh menyetubuhinya. Kulakukan segala cara untuk
    membuatnya cepat menggapai
    orgasmenya, sementara aku sendiri
    harus bertahan sekuat tenaga agar
    tidak muncrat lebih dahulu.
    Pengalamanku dengan Marta banyak membantuku, kuulurkan
    sebelah tanganku untuk meraih
    klitorisnya, dan mengulir-ulirnya.
    Ibuku hanya bertahan beberapa
    menit sampai akhirnya dia
    mencapai orgasmenya yang kedua. “Akhhh… okhhh…”erangnya
    dengan keras sebelum tubuhnya
    mengejang kaku, kembali kubiarkan
    ibuku sampai tubuhnya lemas
    kembali, lalu segera kuminta
    padanya agar berbaring terlentang kembali. “Okhhh kamu hebat sekali
    Don” katanya dengan suara lemah,
    sambil membaringkan tubuhnya
    yang masih lemas. Tanpa banyak bicara lagi aku
    segera memompanya, lagi dan lagi
    sampai akhirnya akupu tidak dapat
    bertahan lebih lama, “ughhh
    Linda…akhuu tidak tahan lagi”
    kataku kepada ibuku, “tahan sebentar sayang aku juga mau
    sampai” jawabnya sambil
    mengguncang-guncangkan
    pantatnya dengan dahsyat. Aku kini
    berdiam diri, berusaha keras agar
    bisa merasakan orgasme secara bersamaan. Dan ketika tangan ibuku kembali
    mencengkram pantat dengan
    kerasnya akupun memucratkan air
    maniku yang kedua kalinya malam
    itu, bersamaan dengan orgasme
    kelima ibuku karena ulahku. “Linn akhhh…”, “Doniiii.. okhhh…” erang
    kami bersamaan saat puncak
    kenikmatan persetubuhan kami raih
    secara bersamaan. Tubuh kami mengejang dengan
    kuatnya, lalu perlahan melemas dan
    aku ambruk diatas tubuh ibuku.
    Sejenak kami terdiam merasakan
    sisa-sisa kenikmatan. Setelah
    beberapa saat baru aku mengangkat kepalaku menatap
    wajah cantik ibuku. Seulas senyum
    tampak dibibir ibuku ketika mata
    kami bertemu pandang. Kucium bibirnya lembut, lalu
    kupandangi kembali wajahnya yang
    cantik. “Mama tidak mengira kau
    begitu hebatnya, untuk membuat
    kamu mengeluarkan airmani kedua
    kalinya harus mama bayar dengan empat kali orgasme. Tahukah Doni
    hal seperti ini baru kali ini mama
    alami” katanya dengan suara lirih
    setengah mengambang. “Sebenarnya mama hampir tidak
    percaya kalau Doni masih perjaka,
    karena apa yang tadi Doni lakukan
    sulit dikerjakan oleh orang yang
    sangat berpengalaman sekalipun,
    tapi mama terpaksa percaya, karena hanya perjaka yang
    langsung bisa tegang lagi setelah
    memuncratkan air maninya”
    lanjutnya dengan suara tetap lirih,
    tapi kurasakan tangannya meraba
    batang kemaluanku yang memang menegang lagi. Aku hanya tersenyum sambil
    kembali memasukkan batang
    penisku kedalam lubang vaginanya,
    “ughh… kau memang luar biasa
    Doni sayangku” kata ibuku saat
    batang penisku masuk kembali kedalam vaginanya. “Linda sayang,
    mulai kini Doni tidak mengijinkan
    kamu berhubungan seks dengan
    laki-laki lain, hanya aku yang boleh
    menyetubuhimu, Doni minta kamu
    tinggalkan kebiasaan membawa laki-laki kedalam kamar ini, baik
    dengan alasan bisnis maupun
    hanya sekedar memenuhi hasrat
    seksualmu, Doni akan setia
    memuaskanmu kapan pun juga,
    sehingga kamu tidak memerlukan siapapun lagi, berjanjilah padaku
    sekarang” kataku kepada ibuku. “Darimana kamu tahu aku suka
    membawa laki-laki kekamar ini?”
    tanya ibuku dengan kening
    berkerut. “Aku, Lena dan Marta
    tidak buta Lindaku sayang, karena
    itu kuminta kamu berjanji padaku untuk tidak bersetubuh dengan
    siapapun juga kecuali denganku”
    kataku sambil mulai memaju
    mundurkan pantatku, tapi mataku
    tetap memandang mata ibuku. Mata ibuku sedikit meredup saat
    dirasakannya gesekan batang
    penisku di lubang vaginanya, “aku
    berjanji sayang, asal Doni juga
    berjanji selalu siap menyetubuhiku”
    katanya sambil mulai menggoyangkan pantatnya lagi. Malam itu aku menyetubuhinya
    sebanyak tiga kali, dan membuat
    ibuku mengalami orgasme tak
    kurang dari sebelas kali. Sejak saat
    itu Linda, ibuku tidak pernah lagi
    menerima tamu laki-laki, dan aku harus membagi waktuku untuk
    meyetubuhi dua orang perempuan
    sekaligus, Linda, Ibuku dan Marta,
    adikku. Aku dan ibuku sering mandi
    bersama dan aku menyabuni
    sekujur tubuhnya, termasuk
    payudaranya yang besar dan
    rambut kemaluannya yang lebat
    dan hitam, serta vaginanya. Pada saat seperti itu selalu ibuku
    menghisap batang kemaluanku,
    tapi aku tidak pernah lagi
    mengijinkannya menghisap air
    maniku, tapi saat dia memberiku
    blowjob, setiap kali pula aku memasturbasinya, sampai dia
    orgasme. Dan setiap kali aku
    menuntaskan permainan dikamar
    mandi dengan persetubuhan yang
    mengasyikan. Berbagai mavcam
    gaya kami lakukan, mulai dari ibuku menyender dinding kamar mandi
    sambil mengangkat sebelah kakinya
    dan aku berdiri memompanya, atau
    dia berdiri sambil nungging
    sementara aku memompanya dari
    belakang, sampai dia duduk dipinggir bak mandi sementara aku
    memompanya dari depan. Tapi saat-saat yang paling kusukai
    adalah ketika ibuku dengan
    telanjang bulat menyelinap
    ketempat tidurku. Kadang disiang
    hari jika kami ada yang terangsang,
    selalu saling menghubungi, lalu janjian bertemu disebuah motel dan
    kami bercinta habis-habisan di
    kamar motel. Bertahun kami melakukannya,
    sampai akhirnya Lena menyandang
    gelar sarjana dan menikah dengan
    teman kuliahnya, mereka pindah ke
    kota lain yang jauh karena
    suaminya bekerja disana. Sedang Marta adikku setamat SMA dia
    menikah karena hamil oleh ulahku,
    suaminya adalah laki-laki yang
    dijebaknya untuk menyetubuhinya,
    lalu dia harus bertanggung jawab
    untuk kehamilan yang disebabkan ulahku. Ibuku sendiri senang Marta cepat
    menikah, karena dengan demikian
    hanya tinggal kami berdua yang
    ada dirumah, apalagi Marta juga
    dibawa suaminya pindah ke kota
    yang cukup jauh, kami makin bebas bertindak seperti suami istri di
    apartemen kami, meskipun
    sebetulnya kami adalah ibu dan
    anak. Saat aku meraih gelar
    sarjanaku setahun setelah Marta
    menikah, aku tidak bekerja tapi mengurus restauran milik ibuku atau
    istriku. Aku lulus jadi sarjana pada usia 23
    tahun, sedangkan ibuku berusia 42
    tahun, tapi sampai saat itu ibuku
    masih belum menopause, justru
    saat kami berpikir ibuku tidak
    mungkin punya anak lagi, ibuku hamil oleh ulahku tanpa bisa
    mencari kambing hitam, dan hanya
    berselisih satu minggu kemudian
    aku menerima berita Lena juga
    tengah hamil. Meskipun aku mencegahnya, tapi
    pada bulan kedelapan
    kehamilannya Lena datang sendiri
    tanpa didampingi suaminya yang
    mendapat tugas keluar negeri
    selama enam bulan. Lena pulang dengan maksud untuk melahirkan
    dikota kami. Betapa terkejutnya
    Lena saat dia melihat ibuku juga
    sedang hamil. Diluar tahu ibuku, Lena sempat
    bertanya ibu hamil oleh siapa
    padaku, yang kujawab dengan
    mengangkat bahu. Lena tidak lagi
    bertanya, meskipun dari
    pembicaraan dia kemudian, aku tahu Lena sedang menduga-duga
    siapa diantara laki-laki yang dulu
    sering mengunjungi ibuku, yang
    membuatnya hamil. Usia kandungan ibuku dengan usia
    kandungan Lena hanya berselisih
    dua minggu. Meskipun selama dia
    tinggal Lena tidak melihat laki-laki
    datang ke apartemen kami, tapi itu
    adalah suatu hal yang wajar karena hamil tuanya ibuku. Lalu sebuah kecelakaan terjadi
    Lena jatuh ditangga darurat, yang
    menyebabkan dia dilarikan ke
    rumah sakit, dua minggu Lena
    dirawat, Lenanya memang selamat,
    tapi bayinya meninggal. Lena menangis meraung-raung karena
    kehilangan bayinya, sulit bagi dia
    mempertanggungjawabkan
    kehilangan tersebut kepada
    suaminya yang sangat
    mendambakan anak. Lena sangat khawatir diceraikan
    suaminya karena anaknya
    meninggal, karena itu dia sampai
    saat ini tidak memberi kabar apapun
    pada suaminya tentang
    meninggalnya anak yang dikandungnya. Lalu aku berunding
    dengan ibuku, akhirnya ibuku setuju
    untuk memberikan bayi yang
    dikandungnya kepada Lena. Aku
    bertugas untuk membuat kenal lahir
    anakku, yang kupalsukan atas nama Lena dan suaminya. Bayi yang dilahirkan ibuku adalah
    bayi perempuan, aku beri dia nama
    Ninda, kependekkan dari namaku
    dan nama ibuku, meskipun yang
    kemudian memberi nama seolah-
    olah ibuku, tapi sebetulnya akulah yang memberi nama dan ibuku
    hanya menyetujuinya
  5. #4
    Banci Tua thealvino's Avatar
    Bergabung
    Dec 2011
    Lokasi
    Sumatra
    Posts
    1,619

    Mamaku (4)

    Malam itu udara sangat panas, bahkan kipas angin jg tidak cukup menyegarkan tubuhku. Akupun gelisah tidak dapat tidur nyenyak. Aku lirik istriku, rupanya bisa jg dia tidur dlm kondisi sperti ini. Akhirnya aku keluar kamar untuk mencari angin. Ternyata papa n mama tidur di ruang tamu. Mungkin krn panas juga. Aku berlalu membuat kopi dan membuka pintu dapur biar angin malam bisa masuk.Ketika hendak kembali ke kamar, tidak sengaja aku melirik daster mama menyingkap ke atas dan aku melihat paha mulus mama sampai cdnya. Di kamar aku tidak dapat tidur, mengingat hal itu. Bahkan pintu kamar aku buka biar aku bisa melihat paha dan cd mama. Akhirnyakrn dorongan nafsu aku beranikan diri mendekati mama. Jantungku berdegup kencang melihat pemandangan indah itu. Ingin rasanya menyentuh dan mengelusnya. Krn nafsuku sudah tak terkendali aku, tidak peduli lg bahwa disamping mama ada papa yg sedang tidur. Dengan gemetar aku pegang paha mama. Diam tak ada reaksi. Aku mulai berani mengelus paha mama. Betapa mulusnya. Tanganku semakin naik dan aku mulai menyentuh cd mama. Aku usap2 dengan jariku. Semakin nekat, lewat sela2 cd mama aku selipkan jariku berusaha mencari klitoris n lubang memeknya. Tak disangka tiba2 mama terbangun danmenatapku. Dengan reflex aku tarik tanganku. Dan diam memaku. Rasanya jantungku mau copot. Aku pun beranjak kembali ke kamar dengan gemetar dan membayangkan apa yg akan terjadi esok.Pagi harinya aku tidak berani menatap wajah mama. Mama jg diam tidak menegurku sama sekali. “Mama gak kerja??” Tanya istriku. “Nanti agak siang td udah ijin..”serunya. “Nanti kalo habis antaristrimu, mama antarkan ke kantor ya, papamu ada tugas ini tadi.” Kata mama padaku. “Iya ma…” seruku lirih. Betapa ketakutan aku saat itu.Setelah pulang dari mengantar istri, aku masuk rumah dengan perasaan was-was. Apalagi ketika itu aku liat mama belum berganti seragam kerjadan masih menggunakan daster semalam. “Leo, mama mau bicara” kata mama. Akupun menunduk dan duduk di ruang tamu. Suasana hening sesaat. “Tadi malam kamu ngapain waktu mama tidur…??? Tanyanya. Mati deh gue..bakalan barabe nih, batinku. “Maaf ma, leo khilaf liat mama, Maaf leo udah berbuat tidak senonoh sama mama. Maaf ma,” seruku sambil masih menunduk. “Liat mama leo, jangan nunduk kalo bicara. Mama nggak nyangka kamu seperti itu. Kenapa kamu tega sama ” tanyanya sambil menatapku tajam. “Maaf ma, leo nafsu sama mama. Leo sering mencuri pandang ke paha mama. Leo jadi nafsu ma…maafin leo” jawabku sambil memelas. Tiba-tiba mama berdiri mendekatiku. Dan tiba-tiba pula kaki mama dinaikan dikursi sambil menarik dasternya keatas sehingga terpampang paha mulus mama dan jg cdnya. “Ini yg kamu mau…? Tanyanya. Aku semakin menunduk tdk berani menatapnya. “Jawab leo..”serunya tegas. “Iya ma,” seruku lirih. “Ini pegang, katanya mau..”seru mama. Aku hanya menunduk. Ingin menangis rasanya.Tiba2 mama memegang tanganku dan menaruh di pahanya. “Ayo pegang, lakukan seperti tadi malam..”katanya. “Tapi ma..??? seruku. “Udah lakuin yg mama perintah…!!!” serunya lagi. Akupun memberanikan diri mengelus-elus paha mama. Dengan tangan yg gemetar aku elus terus paha mama. “Cuma gitu aja tadi malam???” tanyanya. Akupun diam dan mulai meraba paha mama lebih kedalam lagi. Dengan sedikit ragu2 aku sentuh cd mama. Mama hanya diam menatapku. Aku raba lagi selangkangan mama sambil aku selipkan jariku masuk. Ternyata memek mama udah sedikit basah dan gak ada jembutnya sama sekali. Perlahan kontolku mulai mengeras. Aku raba2 bibir memek mama dan nampaknya mama mulai terangsang. “Ma…” seruku. Aku beranjak berdiri dan mulai mendekatkan bibirku ke bibir mama.Aku kecup dan mama memejamkan matanya. Aku kulum bibir mama danmama mulai bereaksi membalas…Errhhggg…serunya.aku kasih air liurku ke mama dan ditelanya,,aku jilati lama sekali leher mama yang putih mulus ituu,,,sampai sampai ada bekas cupangku di tengkuknya,,kembali lagi aku kulum bibir mama dan Mama melepaskan ciumanku dan tangannya memegang tanganku sambil mengarahkannya ke klitorisnya. “aaahhh terus leo, sebenernya mama kemarin sangat menikmati, cm mama kaget aja ternyata itu km.“maa….”seruku. tangan mama mulai meraba kontolku dari luar celana pendek yg aku pakai..”Udah tegang banget leo…” tanyanya. “iya ma,,,remes terus….” Kataku. Kamipunberpagutan dan aku mulai meremas2 payudara mama. Ternyata mama udah nggak pakai bh. “uuuhhh…ahhh…terus leo….ahhh”mama mulai terangsang. “Kita ke kamar ya ma…” seruku. “Terserah km leo…..puasin mama….mama lama nggak disentuh papamu…”serunya.Kami pun menuju ke kamar. Sesampainya di kamar aku langsung memeluk mama dari belakang, Aku ciumi lehernya dan sesekali aku jilatin, tengkuk leher mama yang jdi sasaranku aku jilati terus sampai mama mendesah dan merinding kasar di lengannya,,sambil tanganku memainkan puting mama dari luar dasternya. Tampak mama terangsang berat, karena putingnya mengacung keras. “Ohhh….leo,….ehmmm…enak banget….lepasin daster mama….” Seru mama sambil memejamkan mata. Segera saja aku lepas daster mama, dan aku melihat tubuh polos yg aku idamkan.wanita berumur 48 tahun ibu kandungku ini yang membuatku semakin merangsang,, Mama berbalik dan kamipun berpagutan lagi, dan tak henti2nya mama memainkan kontolku. “Buka dong leo,” pinta mama. Aku segerar melucuti pakaianku hingga telanjang. Mama nampak kaget melihat kontolku. “gede ya..katanya sambil mengocok kontolku.Aku pun segera mengulum puting susu mama sambil tanganku meremas yg satunya. “Ahhhh enak leo….hisap terus sayang….aaahhhhh” racau mama. Sambil tetap mengulum puting mama, aku bimbing mama tidur di kasur. Perlahan aku elus2 cd mama dan mulai melepaskannya. Tanganku mulai pindah meraba memeknya…Bener2 indah tanpa bulu jembut sedikitpun. Aku mainkan bibir memek mama…mamapun bergoyang2 mengikuti rabaanku di memeknya..”ohhhh leo….auuuh,,,enak bgt….”desah mama. Aku mainkan klitoris mama. Aku pilin2 dan sesekali aku masukkan jariku ke memek mama. Benar2 sudah basah…Tangan mama terus2an mengocok kontolku….sambil tetap mendesah2.Akupun menurunkan ciumanku ke susu mama. Aku jilat, aku kulum n aku gigit2 kecil putingnya. mama hanya menggeliat mendapat perlakuan itu. Kuturunkan wajahku sambil terus menjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dansampai di daerah yang paling kusukai, yaitu memek. Aroma khas tercium, juga basah sekali memek mama. Keliatan mama terangsang sekali..“Ohhh apa yang akan kau lakukan… akh…” tanyanya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yang dirasakannya. Beberapa saat kemudian tangan itu malah mendorong kepalaku semakin bawah dan.., “Nyam-nyam..”nikmat sekali memek mama.. Oh, bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku.Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan, “Creeep…” ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah kemaluan yang sudah sedari tadi becek itu.“Aaahh… kamu nakaal,” jeritnya cukup keras. Terus terang memek mama nikmat banget. Bibir memek yang merekah dengan bentuk yang gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil kedua belah bibir kemaluan itu dengan mulutku.”Ooohh lidahmu.. oooh nikmatnya leo…” lirih mama. Akupun mulai menjilati klitoris mama. Begitu menonjol. Mama mendesah makin keras ketika aku kulum klitorisnya..”Aahh.. sayang… mama suka yang ituyaahh.. sedooot lagi dong sayang oooggghh,” ia mulai banyak menggunakan kata sayang untuk memanggilku. Sepertinya mama lupa bahwa aku ini adalah anak kandugnya.Ma, gantian dong…pintaku. “Tapi mama nggak bisa. Mama nggak pernah leo..” serunya. “udah coba aja. Enak kok ma.”kataku. Dengan sedikit ragu2 mama mulai memegang kontolku dan mendekatkan ke mulutnya. Mama mulai menjilati kontolku..geli bangetrasanya. “Dimasukin dong ma…” kataku. Mama menurut dan mulai mengulum kontolku. Rasa hangat seketikan menjalar di kontolku…Ahhh enak ma…..terus ma….” Kataku. Mama semakin bersemangat mengulum kontolku….”Enak leo…hmmmm” serunya. Mama mulai pintar. Selain mengulum, sesekali mama menjilati kontolku seperti es krim.“Crop…” ia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Aku langsung menyergap pinggulnya danlagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir di bibir memeknya“Aoouuuhh… mama nggak tahan lagisayang ampuuun… leooo… hh masukin sekarang juga, ayooo..” pintanya sambil memegang pantatku. Segera kuarahkan kontolku ke selangkangannya yang tersibak di antara pinggangku menempatkan posisi memek yang terbuka lebar, pelan sekali kutempelkan di bibir memeknya danmengusap2 sambil mendorongnya perlahan, “Nggg… aa.. aa.. aa.. iii.. ooohh masuuuk… aduuuh besar sekali sayang, ooohh…”mama merintih, wajahnya memucat sepertiorang yang terluka iris.Buah dadanya yang membusung besar itu langsung kuhujani dengan kecupan-kecupan pada kedua putingnya secara bergiliran, sesekali mama juga berusaha mengimbangi gerakan memutar pinggulnya. Bener2 sensasi luar biasa hingga membuatku semakin bernafsu,.Tak lupa aku lumat bibir mama yg terus mendesah dan mendesis nikmat..Sementara mamamengarahkan kepalaku kearah payudaranya. Memintaku menghisap puting susunya.. Puting susunya yang ternyata merupakan titik nikmatnya kugigit kecil hingga wanita itu berteriak kecil merintih menahan rasa nikmat sangat hebat, untung saja dirumah tidak ada orangjadi tidak ada yg mendengar desahan mama.. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, kontolku semakin terasa membenturdasar liang senggama.“Ooohh.. aa… aahh… aahh… mmhh geliii ooohh enaknya, leo.. oooh…terus…..,” desah mama.“Yaahh enaak juga ma.. ooohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. memek mama enak….hangat sekali ma…ohhh….leo suka memek mama” kata-kataku yang polos itu keluar begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi berada di atas payudaranya kini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu. Sambil aku pegang pinggul mama untuk lebih mempercepat kocokan kontolku di memeknya. Sesekali aku tancapkan dalam dan tidak menggoyang, aku rasakan memek mama berdenyut2 menyedotkontolku….ooooohhh enak banget.Hanya sepuluh menit setelah itu goyangan tubuh mama terasa menegang, aku mengerti kalau itu adalah gejala orgasme yang akan segera diraihnya, “Leoo… aahh mama…nngaak… nggak kuaat aahh..aahh.. ooohh…”“Taahaan maa… tunggu bentar lagi dong.. oooh enaknya maa.. tahan dulu … jangan keluarin dulu..” Tapi sia-sia saja, tubuh mama menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buah dadanya. Aku sadar sulitnya menahan orgasme itu, hingga aku meremas keras payudaranya untuk memaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya. “Ooo… nggg… aahh… sayang sayang.. sayang.. ooohenaak.. mama kelauaar.. ooohh.. ooohh…” teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu. Aku merasakan jepitan memek mama mengeras dan terasa mencengkeram erat sekali, desiran zat cair kental terasa menyemprot enam kali di dalam liang kemaluannya sampai sekitar sepuluh detik kemudian ia mulai lemas dalam pelukanku.Sementara itu makin kupercepat gerakanku, makin terdengar denganjelas suara gesekan antara kontolku dengan memeknya yang telah dibasahi oleh cairan dari memek mama. “Aaakhh.. enakk!” desah mama sedikit teriak.“Maa.. saya mau keluar nich.. eeesshh..udah gak betah ma….” desahku pada mama.“Keluarkanlah sayang.. ooousshh…..aaaaaa” jawabnya sambil mendesah.“maa…. teriakku agak keras dengan bersamaannya spermaku yang keluar dan menyembur di dalam memek mama..crot….crot….crot….crot…crot…lebih kurang lima kali kontolku menyemburkan laharnya…aaauuuhh….oooooouuuuhh…..enak leo…”seru mama.Aku pun langsung tidur di sebelah mama sambil memainkan klitorisnya. Aashhhh…..uuuuhhhh” desah mama. “Ma…makasih ya….keturutan jg akhirnya ma….enak bgt memek mama….jadi pengen lagi nih ma…..” kataku sambil terus memainkan klitorisnya dan mengulum puting susunya. “hush…kerja leo…mama jg waktunya berangkat..” katanya. “Trus kapan ma lagi??” tanyaku. “Gampang itu, pokoknya main aman aja ya leo…..jangan mencurigakan…”kata mama. “Ok deh ma” seruku lalu aku kulum bibir mama sambil aku remas payudaranya. Kami pun akhirnya mandi berdua dan sempat mengulangi sekali lagi di kamar mandi walaupun nggak sampai keluar. Sampai sekarang kami masih sering mengulangi hal itu. Bahkan kadang kalo di rumah banyak tamu aku lari ke dapur hanya untuk menyedot puting susu mama.dan menjilati leher putih mama Kadang curi2 kesempatan ketika mama di kamar mandi aku ketuk pintunya hanya untuk memasukkan kontolku ke memek mama walau cuma beberapa kali tusukan. Memang memek mama bikin ketagihan…..
  6. #5
    Calon Banci
    Bergabung
    Jul 2012
    Lokasi
    Bekasi
    Posts
    103
    mantaaap sekali tuhhh.....bisa ngwe sama mamanya istriiii
  7. #6
    Korban Banci
    Bergabung
    Oct 2012
    Lokasi
    Tangerang
    Posts
    58
    kira2 durhaka gak ya gan...hehehe
  8. #7
    Setengah Banci joseph ivan's Avatar
    Bergabung
    Jan 2013
    Lokasi
    Cariu, kabupaten Bogor
    Posts
    482
    mantabzzz bro ... boleh ikutan nggak
  9. #8
    Korban Banci
    Bergabung
    Jul 2012
    Lokasi
    Sumatera
    Posts
    49
    bravo....... bravo....... mama yg sintal :D
  10. #9
    Korban Banci
    Bergabung
    May 2013
    Lokasi
    surabaya
    Posts
    32
    mantab gans :D
  11. #10
    Banci Muda
    Bergabung
    Feb 2012
    Lokasi
    semarang
    Posts
    608
    mantap gan............... ditunggu kiriman berikutnya......
  12. #11
    Korban Banci
    Bergabung
    Apr 2012
    Lokasi
    semarang
    Posts
    56
    mantaaap gan.... di tunguuu kelanjutannya
  13. #12
    weh weh mantaaap gan ..
    yg ada di depan hajarrrr
  14. #13
    Calon Banci
    Bergabung
    Jul 2012
    Lokasi
    Bekasi
    Posts
    103
    mantaaap asyiiikkknya
  15. #14
    Korban Banci
    Bergabung
    Apr 2013
    Lokasi
    Yogyakarta
    Posts
    25
    incessssttttttt sukaaaaaaaaakkkkkkkkk
  16. #15
    Setengah Banci
    Bergabung
    Oct 2014
    Lokasi
    jakarta
    Posts
    400
    keren diitunggu updatenya bro


























    __________________________________________________ _______________
    http://www.aceofbet.com
    Bonus Cashback 5% First Depo 15% rollingan 0,5%
    Line Id :aceofbet Pin bb :7FC6AA32 YM :aceofbet1@yahoo.com SKYPE :aceofbet
  17. #16
    Setengah Banci
    Bergabung
    Oct 2014
    Lokasi
    jakarta
    Posts
    400
    keren diitunggu updatenya bro


























    __________________________________________________ _______________
    http://www.aceofbet.com
    Bonus Cashback 5% First Depo 15% rollingan 0,5%
    Line Id :aceofbet Pin bb :7FC6AA32 YM :aceofbet1@yahoo.com SKYPE :aceofbet

Tags for this Thread

tokepoker.com   Bandar Bola Online   www.zonajudi.com
www.Q8bola.com

doyanpoker.com

jinpoker.com
www.bintangbola.com

arwanapoker.com

jeeppoker.com